Secara Terbuka, PMII Jatim Desak Kapolda Copot Kapolres Sampang, Ini Alasannya!

- Wartawan

Kamis, 14 Mei 2026 - 21:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​Sekretaris PKC PMII Jawa Timur, Abdur Razak.

​Sekretaris PKC PMII Jawa Timur, Abdur Razak.

MADURA HARI INI | SAMPANG – Penundaan eksekusi lahan dan bangunan di Kelurahan Gunung Sekar, Kabupaten Sampang, memicu reaksi meluas dari tingkat regional.

Secara terbuka, Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur mendesak Kapolda Jatim mencopot Kapolres Sampang karena dinilai gagal memberikan kepastian hukum dan seolah tunduk pada ancaman pengerahan massa.

​Sekretaris PKC PMII Jawa Timur, Abdur Razak, menyatakan bahwa alasan keamanan akibat ancaman melalui pesan suara (voice note) seharusnya tidak menjadi dalih bagi aparat untuk mundur.

Menurutnya, negara melalui institusi kepolisian tidak boleh kalah oleh tekanan kelompok tertentu.

​”Sangat ironis jika institusi kepolisian yang memiliki instrumen pengamanan lengkap justru ciut nyali hanya karena ancaman pengerahan massa. Ini preseden buruk bagi penegakan hukum di Madura, khususnya Sampang,” ujar Razak, Kamis (14/5/2026).

​Polemik ini berakar pada penundaan eksekusi perkara perdata Nomor: 1/Pdt.Eks/2024/PN.Spg atas Sertifikat Hak Milik (SHM) 2165 milik H. Umar Faruk.

Meski putusan sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht), rencana eksekusi yang dijadwalkan pada 20 Mei 2026 justru terhambat hasil rapat koordinasi yang mempertimbangkan pembatalan akibat tensi massa.

BACA JUGA :  Kejari Sumenep Diminta Panggil Pokmas Setia Budi Kasus Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan

​Razak menilai Kapolres Sampang saat ini tidak memiliki political will yang kuat untuk menjaga marwah institusi yudikatif. Ia menegaskan, jika pucuk pimpinan polres merasa tidak sanggup menghadapi tekanan massa, maka evaluasi berupa pencopotan jabatan adalah langkah yang logis.

​”Kami mendesak Kapolda Jatim untuk segera mencopot Kapolres Sampang. Kami butuh pemimpin yang tegas, yang tidak kompromi dengan tekanan kelompok yang mencoba menghalangi hukum. Polisi itu dibekali senjata dan personel untuk melakukan tindakan tegas terukur,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Audiensi KPP Pratama Pamekasan, Forkot Tuding Banyak Perusahaan Rokok Nakal Bayar Pajak

​Lebih lanjut, PKC PMII Jatim berkomitmen mengawal kasus ini hingga tuntas. Mereka berencana mengirimkan surat resmi ke Mapolda Jatim guna memastikan hak pemohon eksekusi dikembalikan sesuai putusan Mahkamah Agung.

​”Kepercayaan publik terhadap Polri sebagai penegak hukum akan runtuh jika setiap eksekusi bisa digagalkan dengan ancaman massa. Kami akan kawal ini sampai ada progres nyata,” pungkasnya.

Hingga desakan terbuka itu dilayangkan, belum ada tanggapan resmi dari Kapolres Sampang.(red)

Berita Terkait

Dalami Laporan Dugaan Suap dan Pungli Korwil BGN Pamekasan, Polisi Berpeluang Panggil Sejumlah Kepala Dapur MBG
Diterpa Isu Tak Sedap, Ternyata Master Gym Jadi Tempat Olahraga Profesional di Pamekasan
Gawat! Proyek Abal-Abal, FARA Seret BPKPD Pamekasan ke Pusaran Aksi Demonstrasi
Dicecar Puluhan Pertanyaan Dugaan Pungli dan Suap, Korwil BGN Pamekasan Diperiksa 10 Jam
Bandel Tak Mau Urus IPAL, 27 Dapur MBG di Sampang Resmi Ditutup
Usulan SKM Kelas 3 Khusus Madura dari Pengusaha Rokok Tuai Polemik, Dinilai Labrak Prinsip Keadilan
Dua Hari Menuju Pemeriksaan, Korwil BGN Pamekasan Siap Beri Keterangan ke Polisi
Ragukan Status Operator, Polres Pamekasan Didesak Naikkan Perkara Kasus PAW Kades Gugul

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 13:42 WIB

Dalami Laporan Dugaan Suap dan Pungli Korwil BGN Pamekasan, Polisi Berpeluang Panggil Sejumlah Kepala Dapur MBG

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:41 WIB

Diterpa Isu Tak Sedap, Ternyata Master Gym Jadi Tempat Olahraga Profesional di Pamekasan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:58 WIB

Gawat! Proyek Abal-Abal, FARA Seret BPKPD Pamekasan ke Pusaran Aksi Demonstrasi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 09:57 WIB

Dicecar Puluhan Pertanyaan Dugaan Pungli dan Suap, Korwil BGN Pamekasan Diperiksa 10 Jam

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:19 WIB

Usulan SKM Kelas 3 Khusus Madura dari Pengusaha Rokok Tuai Polemik, Dinilai Labrak Prinsip Keadilan

Berita Terbaru