Pamekasan, Madura Hari ini – Aroma skandal besar tercium di Pamekasan! Suara Pemuda & Mahasiswa Pamekasan (SPMP) siap mengguncang Kantor Bea dan Cukai Madura dengan aksi demonstrasi besar-besaran, Kamis (4/9/2025).
Aksi ini meledak setelah mencuat dugaan permainan kotor dalam penebusan pita cukai yang melibatkan perusahaan rokok ternama, PR Jalluh.
Dalam surat resminya, Ketua SPMP, Abd Rohim, menegaskan aksi ini bukan main-main. “Kami turun untuk menegakkan keterbukaan informasi sesuai UU No.14 Tahun 2008. Negara tidak boleh dirugikan hanya karena permainan cukai!” tegasnya.
ADVERTISEMENT
.
SCROLL TO RESUME CONTENT
SPMP mencium aroma penyalahgunaan pita cukai sejak awal beroperasinya PR Jalluh.
Mereka mendesak Bea Cukai buka-bukaan soal berapa banyak pita cukai yang sudah ditebus perusahaan ini setiap bulannya.
Tak hanya itu, SPMP juga menyiapkan 6 tuntutan keras:
1. Transparansi terkait jumlah pita cukai yang ditebus oleh PR Jalluh setiap bulan.
2. Proses hukum terhadap dugaan transaksi jual beli pita cukai ilegal.
3. Pemblokiran izin operasional PR Jalluh oleh pihak Bea Cukai.
4. Tindakan tegas dari Satgas Bea Cukai terkait permainan pita cukai yang merugikan negara.
5. Penerapan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan.
6. Pemeriksaan aset pemilik PR dan pihak yang terlibat dalam dugaan permainan pita cukai.
Aksi panas ini akan dimulai pukul 10.00 WIB, titik kumpul Arek Lancor Pamekasan, dengan kekuatan massa sekitar 50 orang.
“Jika Bea Cukai diam, berarti ada yang disembunyikan! Kami tidak akan berhenti sampai kebenaran terbongkar!” ancam SPMP dalam pernyataannya.
Isu ini dipastikan akan jadi sorotan publik. Apakah Bea Cukai berani buka data? Atau ada “permainan besar” di balik kasus pita cukai ini? Kita tunggu panasnya aksi 4 September!











