Gawat! Besok Formaasi–TPFN Akan Gelar Aksi di Kejari Pamekasan, Soroti Tiga Kasus Korupsi

- Wartawan

Minggu, 26 April 2026 - 14:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Iklal ketua Formaasi.

Iklal ketua Formaasi.

PAMEKASAN, Madura Hari Ini — Rencana aksi demonstrasi yang akan digelar pada Senin, 27 April 2026, di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan mulai menjadi perhatian publik. Informasi tersebut mencuat setelah beredarnya pamflet aksi di berbagai platform media sosial.

Aksi tersebut akan digelar oleh Forum Mahasiswa dan Masyarakat Revolusi (Formaasi) bersama Tim Pencari Fakta Nusantara (TPF-N). Kedua organisasi ini disebut akan membawa sejumlah isu yang dinilai krusial dalam penegakan hukum di wilayah Pamekasan.

BACA JUGA :  Haul Bujuk Banyubulu Ke-4 Jadi Momentum Perkuat Persaudaraan dan Kepedulian Sosial

Berdasarkan isi pamflet yang beredar, terdapat tiga persoalan utama yang akan menjadi fokus tuntutan. Pertama, dugaan tindak pidana korupsi dana hibah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur tahun anggaran 2025 yang saat ini telah ditangani oleh Kejari Pamekasan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedua, dugaan ketidakadilan dalam penetapan tersangka pada kasus korupsi di Pegadaian Syariah Pamekasan, yang oleh massa aksi disebut sebagai “tebang pilih”.

BACA JUGA :  Polisi Bangkalan Berhasil Ungkap Begal Motor Bocah SMP

Ketiga, terkait dugaan belum optimalnya penanganan pengembalian kerugian negara dalam proyek pembangunan Perpustakaan M. Tabrani yang hingga kini belum rampung.

Ketua Tim Pencari Fakta Nusantara (TPF-N), Boby Ferwandi, membenarkan rencana aksi tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah melayangkan pemberitahuan resmi kepada Kejari Pamekasan.

“Benar, kami akan menggelar aksi besok dengan membawa tiga isu tersebut. Ini bentuk kontrol sosial terhadap proses penegakan hukum,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).

BACA JUGA :  Berkas P21, Tersangka Lora Pamekasan Kasus TPKS Dilimpahkan ke Kejaksaan

Boby berharap Kejari Pamekasan dapat melakukan evaluasi serta perbaikan dalam proses penanganan perkara, sekaligus merespons tuntutan yang akan disampaikan oleh massa aksi.

Aksi ini diperkirakan akan melibatkan sejumlah mahasiswa dan elemen masyarakat sebagai bentuk dorongan terhadap transparansi dan akuntabilitas penegakan hukum di Kabupaten Pamekasan.

Berita Terkait

Bea Cukai Madura Memburu Topan, DPO Diterbitkan 19 Agustus 2026
GSM-P Soroti Penanganan Kasus Rokok Bodong, Desak Bea Cukai Tindak Sosok ATK atau T
Yayasan Cendekia Pemerhati Cukai Indonesia Soroti Kontruksi Penanganan Kasus di BC Madura
Aktivis FAMAS Desak Bea Cukai Madura Tangkap ATK yang Diduga Dalang Peredaran Rokok Ilegal
Jadi DPO, Pria Asal Sampang Tersangka Dugaan Pencurian Rp55 Juta Diburu Polres Pamekasan
7 Hari Usai Penggeledahan Tak Muncul Tersangka, Masyarakat Akan Bawa Kotoran Sapi ke Kantor Kejari Pamekasan
Asik Geledah Tanpa Adanya Tersangka, Masyarakat Mulai Ragukan Langkah Kepala Kejari Pamekasan
Korban Buka Sayembara Rp20 Juta yang Bisa Serahkan Mantan Pegawai BRI Pamekasan 6 Tahun Buron

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:49 WIB

Bea Cukai Madura Memburu Topan, DPO Diterbitkan 19 Agustus 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:35 WIB

GSM-P Soroti Penanganan Kasus Rokok Bodong, Desak Bea Cukai Tindak Sosok ATK atau T

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:22 WIB

Yayasan Cendekia Pemerhati Cukai Indonesia Soroti Kontruksi Penanganan Kasus di BC Madura

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Aktivis FAMAS Desak Bea Cukai Madura Tangkap ATK yang Diduga Dalang Peredaran Rokok Ilegal

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 08:58 WIB

Jadi DPO, Pria Asal Sampang Tersangka Dugaan Pencurian Rp55 Juta Diburu Polres Pamekasan

Berita Terbaru

Kopi Mas Sejati

Berita

Rokok Kopi Mas Sejati, Pilihan Masyarakat Madura

Selasa, 1 Sep 2026 - 20:48 WIB