Rokok Bodong “Merah Delima” Makin Marak Diedarkan, BC Madura Didesak Sidak ke Desa Akkor Pamekasan

- Wartawan

Rabu, 21 Januari 2026 - 05:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi AI rokok bodong merek Merah Delima dengan tikus.

Ilustrasi AI rokok bodong merek Merah Delima dengan tikus.

PAMEKASAN, Madura Hari Ini – Dugaan peredaran rokok ilegal tanpa pita cukai makin tak terkendali, salah satunya rokok bodong bermerek “Merah Delima” yang kembali mencuat di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Rokok bodong tersebut diduga diproduksi sudah lama dan diedarkan dengan bekingan kuat dan memiliki jalan tikus, sehingga hingga kini masih leluasa beroperasi tanpa tersentuh penindakan hukum.

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, rokok ilegal bermerek “Merah Delima” itu diduga diproduksi di Desa Akkor, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, yang diduga milik seorang pengusaha berinisial HA.

Aktivitas tersebut dinilai telah merugikan negara akibat tidak dibayarkannya cukai, serta menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat.

Aktivis Pamekasan, Khoirul Ramadhan mendesak agar Bea Cukai Madura segera turun tangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi yang diduga menjadi pusat produksi rokok ilegal tersebut.

Dia menilai, pembiaran yang berlarut-larut memunculkan dugaan adanya oknum yang melindungi praktik melawan hukum itu.

“Produksi rokok tanpa pita cukai yang berjalan lama dan aman, patut diduga ada beking kuat di belakangnya. Bea Cukai Madura harus segera sidak dan menindak tegas tanpa pandang bulu,” ujar salah satu aktivis antiperedaran rokok ilegal di Pamekasan, Rabu (21/1/2026).

Menurutnya, peredaran rokok bodong tidak hanya merugikan negara dari sisi penerimaan pajak dan cukai, tetapi juga merugikan produsen rokok legal yang taat aturan. Selain itu, lemahnya penindakan dikhawatirkan dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.

BACA JUGA :  Gawat! Sampang Madura Peringkat 5 Besar Penderita Kusta Tertinggi di Indonesia

Demi terlaksananya penindakan tersebut, pihaknya mengaku akan bersurat ke kantor Bea Cukai Madura agar segera dilakukan sidak langsung.

“Kami akan serahkan datanya dan peta lokasi alamat agar memudahkan BC Madura untuk menindak,” ungkapnya.

Sementara itu, Humas Bea Cukai Madura Megatruh Yoga Brata, saat dikonfirmasi soal peredaran rokok bodong, menegaskan bahwa peredaran rokok tanpa pita tidak dibenarkan.

BACA JUGA :  Buntut Puluhan Siswa Keracunan Akibat MBG di Tlanakan, BGN Pamekasan Bungkam!

Kata dia, pihaknya memiliki beberapa upaya penindakan. Ia sering menyampaikan bahwa terkait adanya keluhan masyarakat bisa melaporkan secara langsung ke kantor Bea Cukai Madura.

“Silahkan laporkan ke kami agar kami tahu titik lokasi, soalnya kami tidak tahu jika tidak diberi tahu,” ucapnya.

Selain itu, Media ini tengah berupaya mengonfirmasi pengusaha berinisial HA itu, namun masih keterbatasan akses, hingga berita ini terbit. Kendati redaksi memberikan ruang hak jawab demi keberimbangan berita.

Berita Terkait

Kebal Hukum? Lingkar Melati Bersatu Setorkan Data Diduga Pengendali Rokok Bodong di Pamekasan
Polres Sumenep Awasi Ketat Penjualan Mercon
Polres Pamekasan Pasang Penutup Terpal untuk Motor Hasil Patroli Hunting System
Kejari Sumenep Diminta Panggil Pokmas Setia Budi Kasus Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan
Aktivis Kritik Pedas Polres Pamekasan Soal Fasilitas Penyimpanan Motor Hasil Razia
Direktur CV Dzarrin Putra Utama 2 Kali Mangkir, Polres Pamekasan Diminta Naikkan ke Penyidikan Kasus Perusakan Lahan
Pelaku yang Aniaya Janda Pakai Botol Miras Diringkus Polres Pamekasan
Ini Syarat Pengambilan Motor yang Terjaring Razia Polres Pamekasan

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 18:54 WIB

Kebal Hukum? Lingkar Melati Bersatu Setorkan Data Diduga Pengendali Rokok Bodong di Pamekasan

Kamis, 19 Februari 2026 - 17:40 WIB

Polres Pamekasan Pasang Penutup Terpal untuk Motor Hasil Patroli Hunting System

Rabu, 18 Februari 2026 - 16:26 WIB

Kejari Sumenep Diminta Panggil Pokmas Setia Budi Kasus Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan

Senin, 16 Februari 2026 - 21:03 WIB

Aktivis Kritik Pedas Polres Pamekasan Soal Fasilitas Penyimpanan Motor Hasil Razia

Senin, 16 Februari 2026 - 18:25 WIB

Direktur CV Dzarrin Putra Utama 2 Kali Mangkir, Polres Pamekasan Diminta Naikkan ke Penyidikan Kasus Perusakan Lahan

Berita Terbaru

Wabendum Bidang Politik & Demokrasi Badko HMI Jawa Timur (Hasbullah).

Karya

Menjaga Amanat Konstitusi di Tengah Gejolak Global

Senin, 2 Mar 2026 - 19:16 WIB