APTMA: Rokok Impor Lebih Berbahaya daripada Rokok Lokal Ilegal

- Wartawan

Selasa, 30 September 2025 - 19:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Madura Hari ini – Asosiasi Pengusaha Muda Tembakau Madura (APTMA) bersama Paguyuban Pelapor, Petani, dan Pedagang Tembakau Madura (P4TM) meminta pemerintah, khususnya Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi, tidak melupakan aspirasi pelaku kecil dalam penyusunan kebijakan cukai.

Hal itu disampaikan dalam audiensi dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan di Jakarta Pusat, Senin (29/9/2025). lalu

BACA JUGA :  Pembunuh di Desa Ambender Pamekasan Ditangkap, Polisi Kejar 2 Pelaku Lain

Ketua APTMA, Holili, menegaskan bahwa forum konsultasi yang ada selama ini terlalu banyak melibatkan asosiasi besar, sementara pelaku kecil menengah, terutama dari Madura, masih terpinggirkan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau konsultasi soal cukai, yang diundang hanya asosiasi besar seperti di Malang. Padahal, industri rokok itu terbagi tiga lapisan, dan kami ini yang di bawah juga punya suara,” kata Holili.

Ia juga menilai pemerintah keliru jika hanya fokus pada pemberantasan rokok ilegal dalam negeri. Menurutnya, yang lebih mengancam justru peredaran rokok impor ilegal dari luar negeri.

“Rokok ilegal lokal masih berputar di Indonesia. Tapi kalau impor dari Arab, Cina, atau Kamboja, uangnya lari ke luar negeri. Itu yang berbahaya,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan P4TM, Jhoni Iskandar dan Azif Mawardi Zein, juga menyuarakan agar kebijakan tarif cukai tidak merugikan petani dan pedagang tembakau Madura yang menjadi bagian penting dalam rantai industri tembakau nasional.

BACA JUGA :  Gadis Umur 17 Tahun Jadi Korban Pencabulan di Sampang, Hingga Alami Trauma

 

Berita Terkait

Kebal Hukum? Lingkar Melati Bersatu Setorkan Data Diduga Pengendali Rokok Bodong di Pamekasan
Polres Sumenep Awasi Ketat Penjualan Mercon
Polres Pamekasan Pasang Penutup Terpal untuk Motor Hasil Patroli Hunting System
Kejari Sumenep Diminta Panggil Pokmas Setia Budi Kasus Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan
Aktivis Kritik Pedas Polres Pamekasan Soal Fasilitas Penyimpanan Motor Hasil Razia
Direktur CV Dzarrin Putra Utama 2 Kali Mangkir, Polres Pamekasan Diminta Naikkan ke Penyidikan Kasus Perusakan Lahan
Pelaku yang Aniaya Janda Pakai Botol Miras Diringkus Polres Pamekasan
Ini Syarat Pengambilan Motor yang Terjaring Razia Polres Pamekasan

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 18:54 WIB

Kebal Hukum? Lingkar Melati Bersatu Setorkan Data Diduga Pengendali Rokok Bodong di Pamekasan

Kamis, 19 Februari 2026 - 17:40 WIB

Polres Pamekasan Pasang Penutup Terpal untuk Motor Hasil Patroli Hunting System

Rabu, 18 Februari 2026 - 16:26 WIB

Kejari Sumenep Diminta Panggil Pokmas Setia Budi Kasus Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan

Senin, 16 Februari 2026 - 21:03 WIB

Aktivis Kritik Pedas Polres Pamekasan Soal Fasilitas Penyimpanan Motor Hasil Razia

Senin, 16 Februari 2026 - 18:25 WIB

Direktur CV Dzarrin Putra Utama 2 Kali Mangkir, Polres Pamekasan Diminta Naikkan ke Penyidikan Kasus Perusakan Lahan

Berita Terbaru

Wabendum Bidang Politik & Demokrasi Badko HMI Jawa Timur (Hasbullah).

Karya

Menjaga Amanat Konstitusi di Tengah Gejolak Global

Senin, 2 Mar 2026 - 19:16 WIB