Famas Mahardika Naikkan Level Perlawanan, Dugaan TPPU dan Cukai Rokok PR Subur Jaya HJS Dibawa ke KPK

- Wartawan

Kamis, 30 April 2026 - 17:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rekan Iwan Ch, Abdussalam Marhen ketua Famas di Jakarta.

Rekan Iwan Ch, Abdussalam Marhen ketua Famas di Jakarta.

PAMEKASAN, Madura Hari Ini – Lembaga Front Aksi Massa (Famas) bersama Mahardika memastikan akan menggelar aksi lanjutan ke tingkat pusat setelah sebelumnya melakukan demonstrasi di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur I, Sidoarjo, Rabu (29/4/2026).

Rencana aksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 15 Mei 2026, dengan menyasar Direktorat Jenderal Bea dan Cukai RI serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta.

Ketua Mahardika, Iwan CH, menyatakan bahwa langkah lanjutan ini diambil sebagai bentuk keseriusan mereka dalam mengawal dugaan pelanggaran di sektor cukai rokok, khususnya yang berkaitan dengan produksi rokok pruduk PR Subur Jaya HJS asal Pamekasan.

“Terkait persiapan aksi ke Direktorat Jenderal Bea & Cukai RI dan KPK RI akan diselenggarakan jumat tanggal 15 Mei 2026,” ucapnya, Kamis (30/4/2026) sore.

Dalam aksi sebelumnya, massa menyoroti dugaan maraknya pelanggaran pita cukai serta peredaran rokok ilegal yang diduga diproduksi oleh salah satu perusahaan rokok di Pamekasan dan didistribusikan ke luar daerah.

“Kami mendesak Ditjen Bea Cukai Jawa Timur I untuk segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap gudang rokok milik PR Subur Jaya HJS di Pamekasan,” ujar Iwan kepada wartawan.

Ia mengungkapkan, pihaknya menemukan sejumlah indikasi pelanggaran, mulai dari penggunaan pita cukai yang tidak sesuai ketentuan hingga produk yang beredar tanpa dilekati pita cukai.

BACA JUGA :  Waduh, Sebanyak Lima Siswa di Pegantenan Pamekasan Diduga Keracunan usai Santap MBG

“Rokok HJS Mild jenis SKM isi 20 ditempeli pita SKT, itu jelas tidak sesuai ketentuan. Selain itu, terdapat produk Just Mild dan Just Full jenis SKM isi 20 yang beredar tanpa pita cukai,” jelasnya.

Lebih lanjut, Iwan juga meminta dilakukan evaluasi terhadap kinerja pegawai Bea Cukai di wilayah Madura. Menurutnya, dugaan pembiaran terhadap peredaran rokok ilegal perlu ditindaklanjuti secara serius.

“Kami menduga adanya pembiaran. Karena itu, kami minta evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pegawai Bea Cukai di Madura,” tegasnya.

Namun demikian, dalam aksi demonstrasi sebelumnya, massa mengaku tidak mendapatkan respons dari pihak Kanwil Bea Cukai Jawa Timur I. Tidak adanya perwakilan yang menemui massa menjadi salah satu alasan dilanjutkannya aksi ke tingkat pusat.

BACA JUGA :  Bos PR Ayunda Pamekasan Resmi Dilaporkan Anaknya ke Polda Diduga Gelapkan Mobil

“Karena tidak ada perwakilan yang menemui kami, kami akan melanjutkan aksi ke Direktorat Jenderal Bea Cukai RI, Kementerian Keuangan, hingga KPK di Jakarta,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga mendesak aparat penegak hukum, termasuk KPK, untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap dugaan tindak pidana yang berkaitan dengan produksi rokok tersebut.

“Kami meminta KPK untuk memeriksa dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) serta pelanggaran di bidang cukai yang diduga terjadi,” pungkasnya.

Berita Terkait

Bea Cukai Madura Memburu Topan, DPO Diterbitkan 19 Agustus 2026
GSM-P Soroti Penanganan Kasus Rokok Bodong, Desak Bea Cukai Tindak Sosok ATK atau T
Yayasan Cendekia Pemerhati Cukai Indonesia Soroti Kontruksi Penanganan Kasus di BC Madura
Aktivis FAMAS Desak Bea Cukai Madura Tangkap ATK yang Diduga Dalang Peredaran Rokok Ilegal
Jadi DPO, Pria Asal Sampang Tersangka Dugaan Pencurian Rp55 Juta Diburu Polres Pamekasan
7 Hari Usai Penggeledahan Tak Muncul Tersangka, Masyarakat Akan Bawa Kotoran Sapi ke Kantor Kejari Pamekasan
Asik Geledah Tanpa Adanya Tersangka, Masyarakat Mulai Ragukan Langkah Kepala Kejari Pamekasan
Royal Gold Curi Perhatian, Rokok Filter Pendatang Baru Mulai Kuasai Pasar di Beberapa Provinsi

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:49 WIB

Bea Cukai Madura Memburu Topan, DPO Diterbitkan 19 Agustus 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:35 WIB

GSM-P Soroti Penanganan Kasus Rokok Bodong, Desak Bea Cukai Tindak Sosok ATK atau T

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:22 WIB

Yayasan Cendekia Pemerhati Cukai Indonesia Soroti Kontruksi Penanganan Kasus di BC Madura

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Aktivis FAMAS Desak Bea Cukai Madura Tangkap ATK yang Diduga Dalang Peredaran Rokok Ilegal

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 08:58 WIB

Jadi DPO, Pria Asal Sampang Tersangka Dugaan Pencurian Rp55 Juta Diburu Polres Pamekasan

Berita Terbaru

Kopi Mas Sejati

Berita

Rokok Kopi Mas Sejati, Pilihan Masyarakat Madura

Selasa, 1 Sep 2026 - 20:48 WIB