Abaikan Juknis, Menu MBG dari Dapur SPPG Barokah Tamberu Barat Diprotes Orang Tua Murid

- Wartawan

Rabu, 12 November 2025 - 18:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok ist.

Dok ist.

SAMPANG, MADURA HARI INI – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan oleh dapur SPPG Barokah Tamberu Barat Yayasan Fatimah Maju Bersama mendapat sorotan dari sejumlah wali murid.

 

Pasalnya, menu yang dibagikan kepada penerima manfaat dinilai tidak layak dan tidak sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) standar gizi yang telah ditetapkan pemerintah.
‎

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

‎Salah satu wali murid lutfi ali menyampaikan, kekecewaannya terhadap kualitas menu yang disalurkan. Ia menilai bahwa sajian makanan tersebut tidak memenuhi takaran gizi sesuai satuan kilokalori dan gram sebagaimana diatur dalam juknis program MBG.

BACA JUGA :  Tak Layak, Bantuan MBG Merek Sari Roti di Parteker Pamekasan Ancam Kesehatan Balita dan Bumil

 

‎“Menu MBG hari ini yang disalurkan oleh dapur SPPG Barokah Tamberu Yayasan Fatimah Maju Bersama kurang layak dan tidak pantas disalurkan pada penerima manfaat. Saya berharap pihak berwenang memberikan teguran atau sanksi agar ke depan tidak terjadi lagi hal seperti ini,” ujarnya, Rabu (12/11/2025).
‎

BACA JUGA :  Misi Dagang Pemprov Jatim Capai Transaksi Triliunan, BADKO HMI JATIM : Bukti Efektivitas Diplomasi Ekonomi Daerah

 

Lutfi juga menyoroti adanya keluhan serupa dari penerima manfaat lain sejak beberapa waktu lalu. Ia berharap agar program MBG tidak dijadikan sebagai ajang mencari keuntungan pribadi oleh pihak-pihak yang terlibat dalam penyaluran.
‎

 

“Jangan jadikan program MBG ini sebagai ladang mencari keuntungan. Jika menu yang disalurkan tidak sesuai juknis, yang menjadi korban adalah anak-anak penerima manfaat calon generasi masa depan bangsa,” tegasnya.
‎

BACA JUGA :  Usai Demo Bupati Sampang, Warganya Sendiri Terancam Dipenjara, Ini Penyebabnya!

 

Ia pun berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi terhadap dapur penyedia MBG, agar penyaluran makanan bergizi benar-benar sesuai prosedur dan memberikan manfaat nyata bagi anak-anak penerima program.

 

‎“Semoga ini menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas menu sesuai juknis dan prosedur yang sudah ditentukan pemerintah,” pungkasnya.

Penulis : Ali

Berita Terkait

Gerebek Sarang Narkoba di Proppo, Polres Pamekasan Kejar Terduga Pelaku
Kasus Tambang Ilegal Mencuat, PC PMII Kecam Polres Pamekasan
Bea Cukai Madura Memburu Topan, DPO Diterbitkan 19 Agustus 2026
GSM-P Soroti Penanganan Kasus Rokok Bodong, Desak Bea Cukai Tindak Sosok ATK atau T
Yayasan Cendekia Pemerhati Cukai Indonesia Soroti Kontruksi Penanganan Kasus di BC Madura
Aktivis FAMAS Desak Bea Cukai Madura Tangkap ATK yang Diduga Dalang Peredaran Rokok Ilegal
Jadi DPO, Pria Asal Sampang Tersangka Dugaan Pencurian Rp55 Juta Diburu Polres Pamekasan
7 Hari Usai Penggeledahan Tak Muncul Tersangka, Masyarakat Akan Bawa Kotoran Sapi ke Kantor Kejari Pamekasan

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Gerebek Sarang Narkoba di Proppo, Polres Pamekasan Kejar Terduga Pelaku

Rabu, 30 September 2026 - 14:25 WIB

Kasus Tambang Ilegal Mencuat, PC PMII Kecam Polres Pamekasan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:49 WIB

Bea Cukai Madura Memburu Topan, DPO Diterbitkan 19 Agustus 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:35 WIB

GSM-P Soroti Penanganan Kasus Rokok Bodong, Desak Bea Cukai Tindak Sosok ATK atau T

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:22 WIB

Yayasan Cendekia Pemerhati Cukai Indonesia Soroti Kontruksi Penanganan Kasus di BC Madura

Berita Terbaru