Brigadir Nurhadi Tewas, Polda NTB Bertindak Tegas, Kompolnas: Ini Contoh untuk Seluruh Indonesia

- Wartawan

Minggu, 13 Juli 2025 - 22:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komisioner Kompolnas Irjen Pol (Purn) Drs. Arief Wicaksono Sudiutomo menegaskan bahwa penanganan kasus ini mencerminkan keberanian institusi dalam menindak pelanggaran, bahkan dari internal sendiri.

Komisioner Kompolnas Irjen Pol (Purn) Drs. Arief Wicaksono Sudiutomo menegaskan bahwa penanganan kasus ini mencerminkan keberanian institusi dalam menindak pelanggaran, bahkan dari internal sendiri.

Mataram, Madura Hari Ini — Kasus kematian Brigadir Nurhadi, anggota Bidang Propam Polda NTB yang ditemukan tak bernyawa di Gili Trawangan, kini mulai menemui titik terang. Langkah cepat dan tegas dari Polda NTB mendapat apresiasi langsung dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), yang menilai proses hukum berjalan terbuka dan profesional.

Komisioner Kompolnas Irjen Pol (Purn) Drs. Arief Wicaksono Sudiutomo menegaskan bahwa penanganan kasus ini mencerminkan keberanian institusi dalam menindak pelanggaran, bahkan dari internal sendiri.

“Sidang etik sudah digelar, pelaku dijatuhi PTDH. Ini bukti ketegasan dan keseriusan institusi menjaga marwah dan akuntabilitasnya,” ujar Arief, Jumat (12/7/2025).

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidak berhenti di etik, proses pidana juga sudah masuk tahap satu di Kejaksaan, menandakan bahwa kasus berjalan transparan tanpa ada yang ditutup-tutupi.

BACA JUGA :  Beram dengan Peredaran Rokok Bodong Merek SH, Aktivis Forkot Akan Demo Bea Cukai Madura

Komisioner Kompolnas lainnya, Dr. Supardi Hamid, M.Si, menambahkan bahwa sikap terbuka seperti ini sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

“Ketika kasus menyentuh tubuh Polri sendiri, itulah momen untuk membuktikan komitmen terhadap keadilan dan reformasi. Polda NTB berhasil menunjukkan itu,” tegasnya.

Kompolnas menyatakan akan terus mengawal proses hukum hingga tuntas di pengadilan dan meminta semua pihak untuk menghormati jalannya penyelidikan secara objektif.

BACA JUGA :  DPRD Pamekasan Diminta Jangan Lelet usai Siswa Keracunan Massal Akibat MBG

Sebelumnya, kematian Brigadir Nurhadi sempat menuai perhatian karena dugaan kejanggalan. Namun, langkah sigap dari Propam dan Ditreskrimum Polda NTB yang langsung bergerak menegakkan kode etik dan hukum pidana dinilai menjadi bentuk pertanggungjawaban institusional yang patut dicontoh.

BACA JUGA :  Rokok Ilegal Marak di Jatim, Bea Cukai Minta Masyarakat dan Kejaksaan Turun Tangan

 

Berita Terkait

Kebal Hukum? Lingkar Melati Bersatu Setorkan Data Diduga Pengendali Rokok Bodong di Pamekasan
Polres Sumenep Awasi Ketat Penjualan Mercon
Polres Pamekasan Pasang Penutup Terpal untuk Motor Hasil Patroli Hunting System
Kejari Sumenep Diminta Panggil Pokmas Setia Budi Kasus Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan
Aktivis Kritik Pedas Polres Pamekasan Soal Fasilitas Penyimpanan Motor Hasil Razia
Direktur CV Dzarrin Putra Utama 2 Kali Mangkir, Polres Pamekasan Diminta Naikkan ke Penyidikan Kasus Perusakan Lahan
Pelaku yang Aniaya Janda Pakai Botol Miras Diringkus Polres Pamekasan
Ini Syarat Pengambilan Motor yang Terjaring Razia Polres Pamekasan

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 18:54 WIB

Kebal Hukum? Lingkar Melati Bersatu Setorkan Data Diduga Pengendali Rokok Bodong di Pamekasan

Kamis, 19 Februari 2026 - 17:40 WIB

Polres Pamekasan Pasang Penutup Terpal untuk Motor Hasil Patroli Hunting System

Rabu, 18 Februari 2026 - 16:26 WIB

Kejari Sumenep Diminta Panggil Pokmas Setia Budi Kasus Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan

Senin, 16 Februari 2026 - 21:03 WIB

Aktivis Kritik Pedas Polres Pamekasan Soal Fasilitas Penyimpanan Motor Hasil Razia

Senin, 16 Februari 2026 - 18:25 WIB

Direktur CV Dzarrin Putra Utama 2 Kali Mangkir, Polres Pamekasan Diminta Naikkan ke Penyidikan Kasus Perusakan Lahan

Berita Terbaru

Wabendum Bidang Politik & Demokrasi Badko HMI Jawa Timur (Hasbullah).

Karya

Menjaga Amanat Konstitusi di Tengah Gejolak Global

Senin, 2 Mar 2026 - 19:16 WIB