Zona Merah! Operasi Bea Cukai di Madura Dinilai Tak Serius, Sultan ABJ yang Diduga Kendalikan 10 PR Terkesan Tak Terpantau, Benarkah Dibackingi Satgas?

- Wartawan

Jumat, 17 Oktober 2025 - 07:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Madura, Madura Hari ini – Beberapa hari terakhir, puluhan petugas dari Bea Cukai Pusat dikabarkan turun langsung ke Pulau Madura, khususnya di Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sumenep. Operasi tersebut turut melibatkan personel dari Kantor Wilayah (Kanwil) dan Bea Cukai Madura.

Informasi yang dihimpun, sekitar 20 personel Bea Cukai Pusat dibagi menjadi 10 tim dan mulai menyisir sejumlah perusahaan rokok (PR) di wilayah Madura. Namun, langkah ini justru menuai sorotan dari berbagai kalangan lantaran dianggap tidak menyentuh akar permasalahan.

Pasalnya, sebagian besar perusahaan yang dikunjungi justru adalah PR resmi yang memiliki izin lengkap dan karyawan dalam jumlah besar, bukan perusahaan yang diduga bermain di ranah ilegal.

“Informasinya, PR yang dikunjungi adalah PR resmi dan memiliki banyak karyawan. Ini lucu, mestinya yang didatangi adalah PR yang selama ini diduga bermasalah — baik memproduksi rokok bodong maupun bermain pita cukai tanpa karyawan dan produksi yang jelas,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya, Jumat (17/10/2025).

Di sisi lain, situasi di Pamekasan dan Sumenep justru tengah marak dengan peredaran rokok ilegal serta munculnya pabrik rokok (PR) yang diduga bermain pita cukai palsu. Sejumlah PR bahkan dikabarkan tidak memiliki aktivitas produksi nyata, namun tetap beroperasi di bawah nama perusahaan yang terdaftar.

BACA JUGA :  Spesialis Curanmor 26 TKP di Cilegon Akhirnya Dibekuk

Salah satu nama yang mencuat dalam sorotan publik adalah H. Yudik ABJ, pengusaha asal Sumenep yang disebut-sebut mengendalikan sekitar 10 PR yang diduga bermain pita cukai. Di antaranya yaitu:

PR Air Bening Jaya

PR Gudang Biru

PR Putri Talita

PR Sinar Purnama

PR Cempaka

PR Putri Dina Diana, dan beberapa lainnya.

Meski demikian, hingga kini belum ada tindakan nyata dari Bea Cukai terhadap perusahaan-perusahaan tersebut. Kondisi ini menimbulkan dugaan kuat adanya “pengamanan” dari pihak tertentu.

BACA JUGA :  Kepergok, Emak-emak Tertangkap Basah Mencuri Uang di Pasar 17 Agustus Pamekasan

“Kayaknya dia santai saja, meskipun disorot. Isunya memang ada backing dari orang pusat, bahkan disebut ada satgas yang membekingi,” lanjut sumber itu.

Jika benar adanya, dugaan “backing pusat” tersebut dinilai semakin memperkuat pandangan publik bahwa operasi Bea Cukai di Madura hanya bersifat seremonial dan tidak menyentuh pihak-pihak yang selama ini disinyalir menjadi aktor utama di balik maraknya rokok ilegal di daerah tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan pihak bea cukai Pusat diharapkan mampu menuntaskan para PR yang diduga bermain pita cukai di Madura yang saat ini dinilai masuk zona merah.

Berita Terkait

Bea Cukai Madura Memburu Topan, DPO Diterbitkan 19 Agustus 2026
GSM-P Soroti Penanganan Kasus Rokok Bodong, Desak Bea Cukai Tindak Sosok ATK atau T
Yayasan Cendekia Pemerhati Cukai Indonesia Soroti Kontruksi Penanganan Kasus di BC Madura
Aktivis FAMAS Desak Bea Cukai Madura Tangkap ATK yang Diduga Dalang Peredaran Rokok Ilegal
Jadi DPO, Pria Asal Sampang Tersangka Dugaan Pencurian Rp55 Juta Diburu Polres Pamekasan
7 Hari Usai Penggeledahan Tak Muncul Tersangka, Masyarakat Akan Bawa Kotoran Sapi ke Kantor Kejari Pamekasan
Asik Geledah Tanpa Adanya Tersangka, Masyarakat Mulai Ragukan Langkah Kepala Kejari Pamekasan
Korban Buka Sayembara Rp20 Juta yang Bisa Serahkan Mantan Pegawai BRI Pamekasan 6 Tahun Buron

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:49 WIB

Bea Cukai Madura Memburu Topan, DPO Diterbitkan 19 Agustus 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:35 WIB

GSM-P Soroti Penanganan Kasus Rokok Bodong, Desak Bea Cukai Tindak Sosok ATK atau T

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:22 WIB

Yayasan Cendekia Pemerhati Cukai Indonesia Soroti Kontruksi Penanganan Kasus di BC Madura

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Aktivis FAMAS Desak Bea Cukai Madura Tangkap ATK yang Diduga Dalang Peredaran Rokok Ilegal

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 08:58 WIB

Jadi DPO, Pria Asal Sampang Tersangka Dugaan Pencurian Rp55 Juta Diburu Polres Pamekasan

Berita Terbaru

Kopi Mas Sejati

Berita

Rokok Kopi Mas Sejati, Pilihan Masyarakat Madura

Selasa, 1 Sep 2026 - 20:48 WIB