MADURA HARI INI | PAMEKASAN – Dua hari ini, heboh beredar luas sebuah surat pernyataan bermaterai yang diduga berkaitan dengan beberapa permasalahan di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pamekasan.
Muncul foto dua pria memegang surat bermaterai
Surat tersebut semakin menjadi perhatian publik setelah muncul foto dua pria yang juga beredar luas tampak memegang dokumen bermaterai itu.
ADVERTISEMENT
.
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sumber informan media ini, salah satu pria yang memegang surat bermaterai itu saat ini tengah menjalani proses hukum diduga berkaitan dengan perkara lain yang menjeratnya. Pria itu disebut saat ini ada dalam tahanan.
Isi dalam surat bermaterai dugaan pengondisian
Isi surat itu menyebut adanya penyerahan uang senilai Rp111.500.000 yang diduga berasal dari Kepala Bidang (Kabid) SMP Disdikbud Pamekasan atas nama Ridwan.
Dalam surat pernyataan itu, pria berinisial MD mengaku telah menerima uang sebesar Rp111,5 juta dari Kabid SMP Disdikbud Pamekasan.
Dokumen tersebut juga menjelaskan bahwa transaksi penyerahan uang dilakukan pada 20 Maret 2024 sekitar pukul 23.00 WIB di kawasanan depan Pemda Timur, Jalan Jokotole, Pamekasan.
Pada bagian isi surat tertulis bahwa uang tersebut diberikan untuk “pengondisian beberapa permasalahan yang ada di Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan”.
Tak hanya itu, pada bagian akhir surat juga ditegaskan bahwa pernyataan dibuat dengan sebenar-benarnya tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun.
Surat tersebut dilengkapi materai Rp10 ribu dan ditanda tangani pihak berinisial MD.
Beredarnya foto dua pria pegang surat bermaterai memunculkan pertanyaan publik
Beredarnya foto dua orang yang memegang surat bermaterai itu memunculkan pertanyaan publik tentang dugaan adanya permasalahan di Disdikbud Pamekasan. Publik berhak tahu tentang maksud foto dua orang memegang surat bermaterai itu, dan fakta dibaliknya.
Apakah ada kasus besar dibalik beredar surat bermaterai?
Salah satu Advokat di Pamekasan, yang belum bersedia namanya disebut, meminta agar tidak ada kebohongan dari pihak tertentu, baik yang ada dalam foto maupun yang disebut dalam surat tersebut, supaya tidak memunculkan konsekuensi hukum baru.
Ia juga meminta kepolisian agar menyelidiki kasus ini guna mengungkap adanya unsur kasus besar yang mungkin terjadi dibalik beredarnya surat bermaterai tersebut.
Menurutnya, jika dalam surat itu tidak benar, maka kedua orang dalam foto tersebut bisa dijerat hukum karena telah mencatut nama seseorang dan institusi. Namun sebaliknya, jika memang ada pelanggaran hukum lain sebelumnya yang sengaja ditutupi, maka sudah menjadi tanggung jawab kepolisian untuk mengungkap keterkaitan dengan surat bermaterai tersebut.
“Jika dibalik semua ini memang ada penyelewengan kasus besar dalam tubuh Disdikbud Pamekasan, maka harus diungkap. Kasus apa? Seberapa besar penyelewengannya? Itu yang penting! Namun jika tidak benar maka tinggal lakukan upaya hukum terhadap dua orang itu,” ujarnya.
Tanggapan Kabid SMP Disdikbud Pamekasan
Saat dimintai tanggapan, Kabid SMP Disdikbud Pamekasan Ridwan membantah adanya surat bermaterai tersebut.
“Saya membantah seperti bantahan pak kadis di berita,” ujar Ridwan saat dikonfirmasi, Jumat (15/5/2026) pagi.
Diketahui, Kepala Diasikbud Pamekasan Basri Yulianto baru menjabat, sebelumnya jabatan itu diisi pejabat lain.
Namun, kata Basri, pernyataan dalam surat yang disebutkan oknum MD tersebut tidak benar adanya.
Meski demikian Basri belum mengomentari terkait munculnya 2 foto pria yang tengah memegang surat bermaterai tersebut.











